MANA YANG BIKIN GEMUK, MIE INSTAN ATAU NASI ?



AGEN JUDI TOGEL TERPERCAYA DAN PASTI BAYAR - Mi instan memang sering dijadikan alternatif bagi kebanyakan orang yang mungkin sedang bosan makan nasi. Namun, jika dibandingkan antara nasi atau mi instan, mana ya yang sebenarnya bikin gemuk? Nah, Kamu yang saat ini menjalani program diet wajib tahu nih.

Nasi maupun mi instan merupakan sumber karbohidrat. Karbohidrat merupakan bagian penting dalam menu makanan sehari-hari karena karbohidrat berfungsi sebegai sumber energi utama di dalam tubuh. Setelah Kamu mengonsumsi nasi atau mi instan, tubuh akan memecah karbohidrat dari kedua makanan tersebut menjadi gula, yang kemudian diproses menjadi energi dalam tubuh.

Tanpa karbohidrat, tubuh dapat kekurangan energi utama yang membuat Kamu menjadi lemas. Nasi atau mi instan merupakan sumber karbohidrat yang dibutuhkan dan sebaiknya dipilih salah satu di antara keduanya, atau tidak dikonsumsi secara bersamaan.

Jumlah Kalori pada Nasi dan Mi Instan

Dalam satu bungkus mi instan seberat 40 gram, seperti yang dikutip dari fatsecret.com, mengandung 220 kalori dengan kandungan protein 4 gram, gula 4 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 25 gram, dan sodium 420 mg. Sedangkan, dalam 100 gram nasi putih, terkandung 129 kalori dengan protein 2,66 gram, gula 0,05 gram, lemak 0,28 gram, karbohidrat 27,9 gram, dan sodium 365 mg.

Jika dibandingkan, mi instan memang memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi dari nasi. Padahal, dari perbandingan tersebut, ukuran porsi mi instan lebih sedikit dari nasi yang hanya 40 gram nih, Gengs. Selain berkalori tinggi, mi instan juga mengandung sodium yang tinggi, yaitu 420 mg.

Kamu yang mengonsumsi lemak dan gula dalam jumlah banyak, apalagi tidak disertai dengan pembakaran terhadap energi tersebut, seperti melalui olahraga ataupun aktivitas fisik lainnya akan menyimpan tambahan energi itu dalam tubuh sebagai lemak.

Kalau dilihat dari perbandingan jumlah kalori antara nasi dan mi instan, mi instan dapat meningkatkan berat badan Kamu dengan cepat. Namun, hal ini mungkin saja terjadi kalau Kamu berlebihan mengonsumsinya dan tanpa disertai dengan olahraga atau aktivitas fisik lainnya.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Nutrition Oxford Academic, seperti dikutip dari glamour.com, wanita yang mengonsumsi mi instan lebih dari 2 kali dalam seminggu berisiko terkena sindrom metabolik, dibandingkan pria. Meski begitu, menurut salah satu penulis senior dari penelitian tersebut, Dr. Frank B. Hu, temuan tersebut tidak berarti menghilangkan mi instan dari diet sama sekali.

Mi instan tidak seharusnya dipilih sebagai diet sehat karena mi instan merupakan makanan olahan yang melewati banyak proses, tinggi kalori, lemak jenuh, sodium, dan indeks glikemik yang tinggi. Lebih baik menghindari konsumsi mi instan yang terlalu sering. Mengonsumsi sekali atau 2 kali per bulan tidak akan menjadi masalah, ungkap Dr. Frank.

Walaupun nasi menyumbang kalori, lemak, dan gula yang lebih kecil dibandingkan mi jika dilihat dari perbandingan jumlah kalori di atas, namun kalau porsinya berlebihan juga tidak disarankan. Apalagi nasi biasa dimakan dengan lauk yang kadang tinggi lemak. Makan mi instan boleh, tetapi sebaiknya tidak berlebihan agar berat badan cepat naik. (TI/AY)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.