BOCAH KECIL YANG SIAP BANTAI IDOLA DI PIALA DUNIA



AGEN JUDI TOGEL TERPERCAYA DAN PASTI BAYAR - Kylian Mbappe masih berusia 19 tahun namun bukan berarti ia akan menggunakan Piala Dunia 2018 yang merupakan Piala Dunia perdana dalam kariernya ini untuk sekadar foto bersama dengan pemain-pemain idolanya semasa kecil dulu.

Mbappe lahir pada 20 Desember 1998, beberapa bulan setelah Prancis jadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya. Jelas bagi Mbappe, kejayaan Didier Deschamps dan kawan-kawan seolah jadi cerita legenda untuknya karena ia tak merasakan atmosfer kegembiraan yang ada.

Tumbuh dan merintis karier sebagai pemain sepak bola, wajar bila Mbappe mengidolakan pesepakbola top di akhir era 2000-an dan awal 2010-an. Dalam sebuah wawancara, Mbappe mengaku pemain idolanya adalah Cristiano Ronaldo, Neymar, dan Eden Hazard.


Menilik usia Mbappe, wajar bila ia mengidolakan pemain-pemain tersebut. Ronaldo, Neymar, dan Hazard adalah pemain-pemain yang ada di level atas dalam beberapa tahun terakhir.

Mbappe sendiri baru mulai mencuat pada musim 2016/2017. Namun setelah itu ia sukses menunjukkan konsistensi pada musim lalu dan akhirnya jadi salah satu pemain inti Les Bleus di Piala Dunia 2018.

Beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2018, Mbappe punya kesempatan berjumpa Cristiano Ronaldo dalam laga Liga Champions. Saat itu Mbappe mengakui bahwa Ronaldo adalah idola masa kecilnya namun cerita itu sudah ia tinggalkan di masa lalu.

Ronaldo adalah pahlawan dari masa kecil saya dan sungguh luar biasa ketika saya bertemu dengannya. Saya mengaguminya ketika saya muda, namun kini sudah berakhir.

Namun saya adalah kompetitor dan orang yang sangat ingin tampil kompetitif. Hal yang saya inginkan adalah menang, menang, dan menang. Jadi tidak masalah siapa yang ada di hadapan kami, karena kami ingin menang, ucap Mbappe.

Sebelum Piala Dunia dimulai, Mbappe sudah menegaskan sikapnya. Dan hal itu benar-benar dibuktikan padanya di Piala Dunia kali ini.

Meski Lionel Messi tidak disebut sebagai idolanya, Mbappe sukses menunjukkan sikap tanpa takut menghadapi salah satu pemain terbaik sepanjang masa tersebut. Mbappe mampu mengangkat performa Prancis lewat dua gol kemenangan plus tusukan-tusukan dan kecepatannya sepanjang pertandingan.

Mbappe mampu tampil bersinar sekaligus memadamkan harapan Messi memenangkan Piala Dunia untuk Argentina.

Setelah melewati adangan Messi, Mbappe akan bertemu Edinson Cavani di babak perempat final. Mbappe mengaku dirinya banyak belajar dari Cavani sebagai mesin gol.

Namun menilik performa Mbappe di babak 16 besar, jelas tergambar bahwa Mbappe tak akan sungkan di hadapan Cavani untuk coba mempermalukan Uruguay dan meraih tiket ke babak semifinal.

Bila sampai di semifinal, Mbappe juga punya kans untuk berjumpa salah satu dari dua pemain idolanya, Neymar atau Eden Hazard.

Jika Mbappe bisa mempertahankan konsistensi penampilan dan ada di hari yang baik, maka Mbappe bakal kembali menunjukkan bahwa ia sudah tak lagi silau dan gugup di di hadapan idola-idola masa kecilnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.