Kisah Nenek Yang Membiayai Keluarganya Dengan Bekerja Sebagai Boneka Pokemon



Untaian kalimat kasih ibu sepanjang masa dan ibu adalah sosok pahlawan ternyata bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Seorang ibu di China memiliki kisah mengharukan setelah berbuat apa saja demi anak dan keluarganya.

Di usia senja seharusnya para orangtua bisa menghabiskan hari-harinya dengan beristirahat, namun seorang perempuan tua bermarga Han di Negeri Tirai Bambu justru sibuk mencari uang. Nenek Han yang tinggal di Kota Heze, Shandong bahkan rela menjadi salah satu jenis tokoh Pokemon yakni Pikachu demi mengumpulkan pundi-pundi rezeki.

Perempuan berusia 71 tahun itu tentunya melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebagaimana dilansir dari Shanghaiist, Rabu (30/8/2017), putri satu-satunya nenek Han diketahui mengidap penyakit parah yakni tumor otak sejak 2007. Sejak mendengar vonis dokter tersebut, nenek Han kemudian menghabiskan seluruh uang tabungan dan harga berharganya untuk membayar biaya pengobatan.

Sayangnya hal tersebut, tidak cukup untuk membuat sang putri sembuh. Di tengah kesulitan ekonomi yang dialami keluarga nenek Han, sebuah tragedi mengerikan kembali menimpa. Suami nenek Han yang bekerja sebagai tukang bangunan mengalami kecelakaan saat bekerja.

Kecelakaan tersebut membuat salah satu kaki suami nenek Han patah. Akibat tak ada biaya untuk pengobatan, suami nenek Han tak bisa dioperasi hingga akhirnya ia harus menjalani hidup yang tak sama dengan sebelumnya.

Nyatanya, kemalangan yang diterima nenek Han tidak berhenti sampai di situ. Pada 2016, menantu si nenek yang menjadi tulang punggung utama keluarga juga menjadi lumpuh akibat kecelakaan. Dan nenek Han menjadi satu-satunya orang yang tersisa di keluarga itu yang masih dalam kondisi sehat.

Tak ada pilihan lain, nenek Han kemudian memutuskan untuk menjadi Pikachu. Bisa dikatakan nenek Han bekerja sebagai seorang badut. Dengan profesinya ini ia berharap bisa mendapatkan banyak uang untuk membiayai keperluan keluarganya.

Kostum pikhacu dibeli dengan sisa uang yang dimiliki. Setiap harinya ia berdiri di pinggir jalan dan menanti para pejalan kaki yang baik hati memberinya uang atau berfoto dengannya. Sebelumnya seorang ayah di Negeri Panda juga rela menjadi Pikachu untuk membiayai perawatan putrinya yang mengidap Leukimia.

Belakangan profesi menjadi badut kerap dipilih oleh sebagian masyarakat China yang putus asa dan terdesak masalah ekonomi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.